Jumat, 21 Juni 2013

Introduce my self


Hello dear, okay i want to introduce my self. My name is RANI NURAENI my nickname is Rani.hehe :D sok inggris ah.. i was born in SEMARANG,central of java Indonesia 09 februari 1994 . sebenernya aku tuh lahirnya di ciamis-jawa barat tempat ayah lahir cuma ayah bikin akta kelahirannya di semarang di tempat asal ibuku. hihi :d *malah curcol eh :p , yaa now, aku kuliah di Universitas negeri surabaya prodi ilmu hukum yaa itu adalah salah satu keinginan ayah ku yang jadi tuntutan ku selama ini yaa mudah-mudahan bisa jalanin semuanya untuk menuju kesuksesan yang diharapkan . amien
Setelah umur 2 tahun ayah memutuskan pindah tempat buat mengais rejeki , haha pengen cari suasana baru maybe,terus dengan disertai restu dari kedua orang tuanya ayah jeng jeng terbanglah keluargaku beserta aku pastinya ke surabaya.sudah ah malah curhat hahaha...
ini blog ku kasia nya ya :( jadi pengen menuhin sampah lah buat blogku,sorry kalo kagak penting makasih juga udah baca . hatur nuhun

Kamis, 20 Juni 2013


ANTROPOLOGI
MAKHLUK MANUSIA


Makhluk Manusia di antara Makhluk-makhluk Lain
                Dipandang dari sudut biologi, manusia hanya merupakan satu jenis makhluk diantara lebih dari satu juta jenis makhluk lain, yang pernah atau masih menduduki alam dunia ini. Pada pertengahan abad ke-19 para ahli biologi, di antaranya yang terkenal adalah Charles Darwin, mangumumkan teori mereka tentang proses evolusi biologi. Menurut teori itu, bentuk hidup tertua di muka bumi ini, terdiri dari makluk-makhluk satu sel yang sangat sederhana seperti protozoa. Dalam jangka waktu beratus-ratus juta tahun lamanya timbul dan berkembang bentuk-bentuk hidup berupa makhluk-makhluk dengan organisme yang makin lama makin kompleks, dan dalam waktu terakhir ini telah berkembang atau berevolusi makhluk-makhluk seperti kera dan manusia.
                Dalam proses evolusi biologi, yang telah berlangsung sangat lama itu, banyak juga yang dapat bertahan macamnya dan hidup sampai sekarang. Sedangkan bentuk-bentuk makhluk baru yang bercabang dari bentuk-bentuk yang lama itu menjadi sekian banyaknya hingga jumlah jenis makhluk yang sekarang menduduki bumi kita ini hampir mendekati angka satu juta.
                Untuk mengetahui ragam jenis makhluk hidup yang ada di muka bumi ini, para ahli biologi telah membuat suatu sistem klasifikasi semua makhluk yang telah mendapat tempat sewajarnya berdasarkan atas morfologi dan organismenya. Sama halnya dengan beribu-ribu macam makhluk lain, manusia juga menyusui keturunannya dan bedasarkan atas ciri itulah manusia dikelaskan bersama makhluk-makhluk lain tersebut ke dalam satu golongan, yaitu kelas binatang menyusui atau mamalia. Dalam kelas mamalia ini terdapat satu sub golongan atau suku, yaitu suku primata. Dalam suku ini, semua jenis kera, mulai dari yang kecil sebesar tupai seperti tarsii, sampai pada kera-kera besar seperti gorila, dikelaskan menjadi satu dengan manusia. Memang, sebelum zaman Darwin, para ahli biologi telah lama mengobservasi banyaknya persamaan ciri-ciri antara organ kera dan organ manusia. Suku primata dibagi menjadi dua subsuku yaitu prosimisi dan anthropoid. Oleh para ahli biologi, manusia ditempatkan ke dalam subsuku anthropoid. Subsuku anthropoid dibagi lagi menjadi tiga infrasuku yaitu: ceboid, cercopithecoid, dan hominoid. Infrasuku cercopithecoid menggolongkan menjadi satu semua kera di daerah tropis di Benua Amerika, baik yang telah punah maupun yang masih hidup; infrasuku cercopithecoid menggolongkan menjadi satu semua kera di daerah tropis di Benua Asia dan Afrika, baik yang sudah punah maupun yang masih hidup. Sedangkan infrasuku hominoid menggolongkan menjadi satu kera-kera besar dengan manusia. Infrasuku hominoid kemudian dibagi lebih khusus lagi ke dalam dua keluarga, yaitu keluarga pongidae dan keluarga hominidae. Keluarga pongidae menggolongkan menjadi satu beberapa macam kera besar terutama yang hidup di daerah tropis di Asia dan Afrika, seperti kera gibon, orang utan, simpanse, dan gorila, sedangkan keluarga hominidae menggolongkan menjadi satu manusia purba sejenis pithecantropus, homo neanderthal, dan dengan manusia yang ada sekarang (homo sapiens). Adapun manusia homo sapiens  zaman sekarang secara lebih khusus terdiri dari palig sedikit empat ras yakni : Australoid, Mongoloid, Caucasoid, dan Negroid.
Organisme sari semua makhluk di dunia, tidak hanya makhluk satu sel tetapi juga kera dan manusia yang jumlah selnya sampai sepuluh triliun(10.000.000.000.000) banyaknya.
Menghilangnya gen tertentu sering juga disebabkan oleh peristiwa yang tidak berasal dari dalam organisme atau dari alam sekitar,tetapi yang disebabkan secara kebetulan.
Manusia merupakan suatu jenis makhluk cabang dari semacam  makhluk primata yang telah melalui proses evolusi. Soal asal mula dan proses evolusi makhluk manusia itu secara khusus dipelajari khusus yaitu oleh ilmu paleoantropologi.ilmu tersebut meneliti fosil tubuh manusia yang terkandung dalam lapisan-lapisan bumi. Namun , karena manusia hanya merupakan suatu cabang yang paling muda dari makhluk primata itu,maka soal asal mulanya dan proses evolusinya tidak dapat dilepaskan dari seluruh percabangan dari makhluk-makhluk primata pada umumnya.
Menurut penelitian paling akhir, makhluk pertama dari suku primata muncul di muka bumi sebagai suatu cabang dari makhluk mamalia(binatang menyusui) sudah kira-kira 70 tahun yang lalu, di dalam suatu zaman yang oleh para ahli geologi disebut Kala Paleosen Tua.
Makhluk phitecantropus, termasuk megantropus paeleojavanicus memang para ahli paleoantropologi sekarang dianggap sebagai makhluk pendulu manusia di kawasan luas asia,khususnya asia tenggara, dalam suatu jangka waktu yang sangat panjang,yaitu dari 2 juta hingga 200.000 tahun yang lalu. Phitecantropus mungkin sudah mempergunakan alat-alat batu atau kayu yang secara kadangkala dipungutnya di jalan untuk menyambung keterbatasan kemampuan organismenya, namun karena cara mempergunakannya belum berpola secara mantap dan sadar, ia belum dapat dianggap sepenuhnya sebagai makhluk manusia. Makhluk yang telah mempunyai kebudayaan itulah yang baru dapat disebut makhluk manusia secara penuh. Makhluk phitecantropus berevolusi menjadi makhluk semacam itu dalam jangka waktu yang sangat lambat, yaitu lebih dari 1.500.000 tahun lamanya. Sisa-sisa makhluk manusia keturunan phitecantropus tadi ditemukan dalam lapisan bumi yangg muda, yaitu lapisan bumi yang oleh para ahli geologi disebut lapisan Pleitosen Muda.
Kebudayaan manusia tidak terkandung dalam kapasitas organnya. Artinya tidak ditentukan dalam sistem gennya, berbeda dengan kemampuan-kemampuan organ binatang. Kemampuan berbagai jenis serangga untuk membuat berbagi macam sarang yang berpola indah misalnya ,telah di tentukan oleh gen serangga bersangkutan. Sebaliknya, manusia harus mempelajari kebudayaanya sejak ia lahir,salama seluruh jangka waktu hidupnya,higga saatnya ia mati,semuanya dengan jerih payah, walaupun demikian, dengan kebudayaannya manusia dapat menjadi makhluk yang paling berkuasa di muka bumi ini.
TEORI EVOLUSI MANUSIA
Evolusi Manusia
                Kajian evolusionisme sebagai bagian dari teori ilmu-ilmu sosial dan budaya merujuk pada pengertian konsep biologi yang menjalar pada bidang khususnya Antropologi. Dalam bidang Antropologi terutama mengenai evolusi manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, evolusi bahasa, kebudayaan dan religi.
                Menurut Kamus Antropologi yang ditulis oleh Winich (1977:195), Evolusi yaitu suatu perkembangan yang berkesinambungan. Dengan pendekatan evolusionis seseorang dapat menoleh ke belakang, lalu menelusuri tahap-tahap keadaan dahulu sampai dengan keadaan sekarang.
Konsep evolusi banyak dipergunakan dalam antropologi ragawi (phisical anthropology) terutama ketika menelusuri perkembangan manusia (homo sapiens).
Evolusionisme secara etimologis berasal dari kata “evolution” yang artinya perubahan secara bertahap dalam waktu yang lama. Kata “isme” yanng artinya aliran atau paham. Jadi evolusionisme dapat diartikan sebagai suatu aliran yang memandang bahwa manusia sebagai organisme, sebagai makhluk hidup , berubah dengan bertahap dalam jangka waktu yang lama secara progresif.
Secara evolusi, dapat dibedakan antara manusia yang memiliki kebudayaan yang masih sederhana dan manusia yang memiliki kebudayaan yang kompleks. Tetapi perbedaannya tidak dalam pengertian yang prinsipil melainkan dalam pengertian yang graduil. Perbedaan secara graduil ini di sebabkan oleh stimulasi yang intensif dari potensi mental dan kecerdasan manusia. Menurut kaum behaviorisme, dalam psikologi makin intensif stimulasi pada potensi mental dan kecerdasan manusia,makin kompleks kebudayaan yang dimiliki. Itulah sebabnya kebudayaan di satu tempat dengan tempat yang lainnya berbeda tingkat kompleksitasnya, sebab itu kita dapat merentangkan mulai dari kebudayaan yang sederhana hingga yang kompleks.

GALAU jadi trending topic



Galau adalah semacam jenis penyakit yang sering kali berkeliaran di otak kita sobat, gue yakin kalo elo-elo, kalian-kalian nih pernah ngerasain yang namanya galau nih. yaa kan ? jujur ajah deh nggak usah pura-pura sok suci kagak pernah ngerasain yang namanya galau. hahahaha semua orang pasti pernah ngerasain yang namanya galau, ntah nenek-nenek sampek kakek-kakek pun sekalian , remaja, balita, bahkan bayi pun pernah nih ngerasain galau. galau itu gak pernah pandang bulu siapa pun orangnya ntah itu pejabat,orangkaya,orang miskin bahkan yang paling sering galau itu justru para remaja nih dengan gaya alay-alaynya gitu bangga akan kegalauannya dengan cara nunjukin kegalauannya lewat status Facebook lah,twitter lah, Pm di BBM lah hahaha emang lucu yaa, termasuk yang nulis deh kayak nya hahaha peace :p